Selasa, 07 Januari 2025

PIDATO

Pidato : Kenali bahaya penyakit menular gondongan/ parotitis 

 Assalamu'alaikum warahmatullahi warahmatullahi , selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua . Yang terhormat kepada bapak Ya' Dedi Suhandi selaku dosen pengampu mata kuliah bahasa Indonesia .pertama tama marilah kita haturkan puji syukur kita kepada Allah SWT yang senantiasa memberikan limpahan Rahmat dan juga hidayah nya , sholawat beserta salam mari kita junjung kan kepada nabi besar  nabi Muhammad Saw. Pada kesempatan  kali ini saya akan menyampaikan pidato tentang kenali bahaya menular penyakit gondongan / parotitis.

Penyakit gondongan atau parotitis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus golongan paramyxovirus yang akan menyerang pada kelenjar parotis , yaitu kelenjar yang memproduksi air liur yang berada di dekat telinga dan sehingga akan memicu pembengkakan pada area pipi.Gondongan biasanya sering terjadi pada anak - anak,tetapi orang dewasa juga bisa terinfeksi jika belum mempunyai kekebalan. 

Gondongan atau parotitis dapat ditularkan melalui droplet atau butiran kecil dari percikan ludah atau air liur yang keluar dari mulut atau hidung penderita parotitis atau gondongan saat berbicara, batuk dan bersin yang dihirup oleh orang-orang sekitarnya. Menyentuh benda yang tercemar (tertempel) dengan permukaan yang terkontaminasi virus, lalu menyentuh hidung dan mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. Dan berbagi alat makan dan minum dengan penderita yang terpapar penyakit gondongan.

 Gejala gondongan biasanya muncul 2-3 minggu setelah terpapar virus. Dan yang akan ditandai dengan pembengkakan di salah satu atau kedua sisi wajah (biasanya area rahang bawah dekat telinga) , nyeri saat mengunyah atau menelan,mulut kering , demam ringan hingga tinggi,sakit kepala,kelelahan dan nyeri otot,hilang nya nafsu makan.

 Cara untuk mencegah gondongan adalah dengan vaksinasi.Vaksin Measles,Mumps ,Rubella  atau biasa (MMR) yang diberikan pada anak - anak sebagai bagian dari imunisasi wajib. Vaksin ini efektif memberikan perlindungan jangka panjang terhadap gondongan. juga menjaga kebersihan tangan,menghindari kontak dengan penderita gondongan, menutup mulut saat batuk atau bersin.

 Jika sistem imun penderita baik, gondongan dapat sembuh dalam waktu 1-2 minggu, sedangkan untuk meredakan keluhan dan mengurangi gejala sakit dapat dilakukan dengan: Pemberian obat pereda demam dan nyeri, Memperbanyak minum air putih, Istirahat yang cukup dan menjaga hidrasi tubuh.

 Kesimpulan dari penyakit gondongan yang dapat kita ambil yaitu, Gondongan adalah penyakit yang masih dapat kita cegah dengan vaksinasi dan menjaga kebersihan pola hidup.Meski sering dianggap ringan, gondongan dapat menimbulkan komplikasi serius bila tidak ditangani dengan baik. Jika Anda atau anak anda mengalami tanda - tanda gejala penyakit Gondongan, hendaknya segera di konsultasikan ke dokter untuk mencegah komplikasi dan penanganan yang tepat.Jangan anggap remeh gondongan mari kita meningkatkan kesadaran dan  kewaspadaan  terhadap penyakit ini.

Demikian saya akhiri pidato saya hari ini tentang penyakit gondongan dari saya , terimakasih atas perhatiannya ,semoga bermanfaat bagi kita semua,mohon maaf apabila ada salah kata maupun kekurangan ,sekian dari saya  terimakasih ,wabillahi taufiq wal hidayah, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh .


Video pidato gondongan

Selasa, 17 Desember 2024

Rangkuman


Dampak buruk bermain gadget berlebihan pada kesehatan 


Pada zaman digital ini, anak-anak semakin terpapar dengan berbagai gadget seperti smartphone, tablet dan komputer. Meskipun gadget dapat memberikan manfaat dalam pembelajaran dan hiburan, penggunaan gadget yang berlebihan dapat memiliki dampak negatif terhadap kesehatan anak. Terlalu banyak waktu yang dihabiskan di depan layar dapat menyebabkan masalah fisik, misalnya gangguan tidur, aktivitas fisik menjadi berkurang hingga gangguan penglihatan.

Selain itu, penggunaan gadget yang berlebihan juga dapat mengganggu perkembangan sosial dan emosional anak. Oleh karena itu, penting bagi orang tua dan pengasuh untuk membatasi waktu bermain gadget anak dan mengajak mereka untuk terlibat dalam aktivitas yang lebih bermanfaat dan sehat.

Penggunaan gadget yang berlebihan dapat berdampak buruk pada kesehatan anak. Berikut beberapa dampak buruk penggunaan gadget yang terhadap kesehatan anak:

1. Dampak pada kesehatan fisik

Penggunaan gadget yang berlebihan seringkali berhubungan dengan gaya hidup yang kurang aktif. Anak-anak yang terlalu banyak menghabiskan waktu di depan layar jarang terlibat dalam kegiatan fisik yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan yang sehat. Hal ini dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti obesitas, kelemahan otot, dan gangguan postur.

2. Gangguan tidur

Paparan cahaya biru dari layar gadget dapat mengganggu produksi melatonin, hormon yang mengatur tidur. Anak-anak yang terlalu sering menggunakan gadget di malam hari cenderung mengalami gangguan tidur, seperti kesulitan tidur atau tidur yang tidak nyenyak. Gangguan tidur dapat berdampak negatif pada konsentrasi, suasana hati, dan performa akademik anak.

3. Risiko gangguan penglihatan

Menggunakan gadget dalam jangka waktu yang lama tanpa istirahat dapat menyebabkan kelelahan mata, ketegangan mata, dan meningkatkan risiko pengembangan masalah penglihatan seperti miopia (rabun jauh). Anak-anak yang terlalu banyak menghabiskan waktu di depan layar juga cenderung mengalami penurunan aktivitas mata luar ruangan, yang penting untuk perkembangan mata yang sehat.

4. Gangguan perkembangan sosial dan emosional

Penggunaan gadget yang berlebihan dapat mengganggu interaksi sosial anak dengan orang lain. Mereka mungkin menghabiskan lebih sedikit waktu bermain dengan teman sebaya atau berinteraksi dengan anggota keluarga. Hal ini dapat memengaruhi perkembangan sosial dan emosional anak, serta kemampuan mereka dalam membangun hubungan yang sehat dan mengatasi tantangan emosional.

Era digital yang semakin maju dan terus mengalami perkembangan, penggunaan gadget oleh anak telah menjadi hal yang umum. Namun, penting untuk menyadari bahwa penggunaan gadget yang berlebihan dapat memiliki dampak buruk terhadap kesehatan anak. Oleh karena itu, penting bagi para orang tua untuk membatasi waktu yang dihabiskan di depan layar dan mendorong anak untuk lebih aktif secara fisik dan sosial. Dengan memperhatikan keseimbangan antara penggunaan gadget dan kegiatan sehat lainnya, dapat membantu melindungi kesehatan dan kesejahteraan anak. Jaga keseimbangan dan biarkan anak-anak menikmati liburan dengan cara yang lebih sehat dan bermanfaat.

Sumberhttps://telemed.ihc.id/artikel-detail-926-Dampak-Buruk-Bermain-Gadget-Berlebihan-Pada-Kesehatan-Anak.html

Selasa, 10 Desember 2024

Opini masalah kesehatan

KENALI BAHAYA PENYAKIT MENULAR GONDONGAN/PAROTITIS



Oleh : Nabilla Rizka Aulia


Penyakit gondongan atau parotitis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus golongan paramyxovirus yang akan menyerang pada kelenjar parotis , yaitu kelenjar yang memproduksi air liur yang berada di dekat telinga dan sehingga akan memicu pembengkakan pada area pipi.Gondongan biasanya sering terjadi pada anak - anak,tetapi orang dewasa juga bisa terinfeksi jika belum mempunyai kekebalan.

 Penyakit gondongan merupakan kondisi ketika terdapat benjolan di leher akibat kelenjar tiroid yang membesar. Kelenjar tiroid dimiliki oleh pria maupun wanita. Pada kondisi normal, kelenjar tiroid tidak tampak menonjol. Fungsi kelenjar ini adalah untuk menghasilkan hormon tiroid, yang mengatur berbagai fungsi normal tubuh, seperti denyut jantung, suhu tubuh, dan kekuatan otot. Gejala yang dialami oleh penderita penyakit gondok dapat berbeda-beda, tergantung dari pengaruhnya terhadap hormon tiroid dalam tubuh, apakah meningkat, menurun, atau tetap normal.

Cara penularan penyakit Gondongan 

Gondongan atau parotitis dapat ditularkan melalui droplet atau butiran kecil dari percikan ludah atau air liur yang keluar dari mulut atau hidung penderita parotitis atau gondongan saat berbicara, batuk dan bersin yang dihirup oleh orang-orang sekitarnya. Menyentuh benda yang tercemar (tertempel) dengan permukaan yang terkontaminasi virus, lalu menyentuh hidung dan mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. Dan berbagi alat makan dan minum dengan penderita yang terpapar penyakit gondongan.

 Apa saja penyebab terjadinya gondongan ?

 Autoimun : Pada penyakit ini tubuh mempunyai zat yang menolak keberadaan kelenjar tiroid dengan cara mengganggu/merusak kelenjar ini. Pada penyakit Basedow (Graves) zat anti ini merangsang produksi tiroid berlebihan tanpa menghiraukan pengaturan umpan balik (autonom) sehingga kadar tiroid darah tinggi (hipertiroid). Sebaliknya pada penyakit Hashimoto, zat anti merusak sel-sel tiroid sehingga kadar tiroid darah turun (hipertiroid) .

Infeksi : Penyebab tiroiditis infeksiosa dapat bakteri/virus. Gondok dalam hal ini karena mengalami peradangan, maka pada perabaan terasa nyeri. Suhu tubuh naik.

Degenerasi : Yaitu penurunan mutu jaringan tiroid sehingga bentuk dan/kinerjanya abnormal (disfungsi).

Defisiensi nutrisi – Kekurangan yodium atau mineral tertentu menyebabkan kinerja tiroid tidak efisien sehingga memicu gondok.

Dishormonogenesis – Defek enzim pada tahapan tertentu, biasanya sejak lahir/turunan.

Meski sering sembuh sendiri dalam beberapa minggu, gondongan dapat menyebabkan komplikasi, terutama pada orang dewasa,komplikasi yang mungkin akan terjadi meliputi :Meningitis ( radang selaput otak ), Ensefalitis (radang otak ) ,kehilangan pendengaran permanen, meskipun jarang terjadi.

Kapan dan gejala apa yang akan muncul pada Gondongan ?

 Gejala gondongan biasanya muncul 2-3 minggu setelah terpapar virus. Dan yang akan ditandai dengan pembengkakan di salah satu atau kedua sisi wajah (biasanya area rahang bawah dekat telinga) , nyeri saat mengunyah atau menelan,mulut kering , demam ringan hingga tinggi,sakit kepala,kelelahan dan nyeri otot,hilang nya nafsu makan.

Pencegahan Penyakit Gondongan

 Cara untuk mencegah gondongan adalah dengan vaksinasi.Vaksin Measles,Mumps,Rubella (MMR) yang diberikan pada anak - anak sebagai bagian dari imunisasi wajib. Vaksin ini efektif memberikan perlindungan jangka panjang terhadap gondongan. juga menjaga kebersihan tangan,menghindari kontak dengan penderita gondongan, menutup mulut saat batuk atau bersin.

Bagaimana cara mengobati penyakit Gondongan (parotitis)?

 Jika sistem imun penderita baik, gondongan dapat sembuh dalam waktu 1-2 minggu, sedangkan untuk meredakan keluhan dan mengurangi gejala sakit dapat dilakukan dengan: Pemberian obat pereda demam dan nyeri, Memperbanyak minum air putih, Mengkonsumsi makanan yang lunak untuk menghindari rasa nyeri saat menelan,Mengkonsumsi obat pereda nyeri seperti parasetamol, Istirahat yang cukup dan menjaga hidrasi tubuh, Mengompres area bengkak untuk meredakan rasa sakit dengan air hangat atau air dingin, Tidak berinteraksi atau membatasi interaksi dengan orang lain untuk mencegah penularan.

Kesimpulan dari penyakit gondongan yang dapat kita ambil yaitu, Gondongan adalah penyakit yang masih dapat kita cegah dengan vaksinasi dan menjaga kebersihan pola hidup.Meski sering dianggap ringan, gondongan dapat menimbulkan komplikasi serius bila tidak ditangani dengan baik. Jika Anda atau anak anda mengalami tanda - tanda gejala penyakit Gondongan, hendaknya segera di konsultasikan ke dokter untuk mencegah komplikasi dan penanganan yang tepat

Mahasiswa D3 ITEKES Muhammadiyah 

Kalimantan Barat 


ARTIKEL PENYAKIT GONDONGAN

Selasa, 12 November 2024

Resensi buku

 


 Judul buku : ilmu kesehatan masyarakat 

Penulis : Dr. Ishak Kenre,SKM.,M.kes.

                Fitriani,S.ST.,M.kes

Diterbitkan oleh: EUREKA MEDIA AKSARA, JUNI 2022 ANGGOTA IKAPI JAWA TENGAH NO. 225/JTE/2021

Redaksi:Jalan Banjaran, Desa Banjaran RT 20 RW 10 Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga Telp. 0858-5343-1992

Surel: eurekamediaaksara@gmail.com

Cetakan Pertama: 2022

Isi buku 

Buku "Ilmu Kesehatan Masyarakat" membahas beberapa topik utama yang penting dalam bidang kesehatan masyarakat. Topik tersebut meliputi: sejarah dan konsep ilmu dan seni mencegah penyakit, konsep dasar epidemiologi, kesehatan lingkungan, gizi kesehatan masyarakat, pembiayaan kesehatan, pelayanan kesehatan, pendidikan kesehatan, prinsip dan promosi kesehatan, dan administrasi dan kebijakan kesehatan.

Kelebihan

Buku ilmu kesehatan masyarakat ini sangat berguna dalam menyajikan teori dan praktik dalam pencegahan penyakit.Dan juga menggali isu di dalam kesehatan masyarakat.

Kekurangan

Di buku ilmu kesehatan masyarakat ini ada terdapat bahasa yang digunakan terlalu baku. Dan kurang memberikan contoh kasus nyata dalam penerapan teori yang terbaru.

Kesimpulan

Buku ini sangat bermanfaat dan berguna bagi pelajar, mahasiswa dan profesional kesehatan, tetapi ada beberapa  bahasa perlu disederhanakan untuk meningkatkan kualitas isi buku. 




Kamis, 10 Oktober 2024

Fungsi Bahasa Indonesia

   Bahasa Persatuan



Bahasa persatuan, yang diwakili oleh bahasa Indonesia, memiliki peran penting dalam menjaga kesatuan dan identitas bangsa Indonesia. Sejak diresmikannya sebagai bahasa persatuan pada 28 Oktober 1928 dalam Kongres Pemuda II, bahasa Indonesia telah menjadi simbol integrasi bagi masyarakat yang terdiri dari beragam suku dan budaya.

Sejarah Bahasa Persatuan
Asal Usul Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu, yang telah lama berfungsi sebagai lingua franca di Nusantara. Pemilihan bahasa Melayu sebagai dasar bahasa persatuan bukan tanpa alasan. Meskipun jumlah penuturnya lebih sedikit dibandingkan dengan bahasa daerah lain seperti Jawa, bahasa Melayu memiliki struktur yang lebih sederhana dan tidak memiliki tingkatan sosial yang rumit. Hal ini membuatnya lebih mudah dipelajari oleh masyarakat dari berbagai latar belakang.

Kongres Pemuda II
Pada tanggal 28 Oktober 1928, para pemuda Indonesia berkumpul dalam Kongres Pemuda II dan mengikrarkan Sumpah Pemuda. Dalam ikrar tersebut, bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa persatuan. Keputusan ini mencerminkan semangat nasionalisme dan keinginan untuk menciptakan identitas bersama di tengah keragaman yang ada.

Fungsi Bahasa Persatuan
Bahasa Indonesia berfungsi sebagai:
Alat Komunikasi: Memudahkan interaksi antar individu dari berbagai suku dan daerah.
Identitas Nasional: Menjadi simbol yang menyatukan seluruh rakyat Indonesia.
Penghubung Budaya: Membangun jembatan antar budaya yang berbeda, memperkuat rasa kebersamaan.

Bahasa Indonesia sebagai Identitas Nasional Bangsa Indonesia 
Bahasa Indonesia, menjadi bahasa pemersatu dan bagian dari identitas nasional Indonesia.Pada tahun 1930 sampai dengan 1950an, penggunaan bahasa Indonesia adalah sebuah pilihan politis untuk menunjukan simbol nasionalisme dan perlawanan pada Belanda (Janti, 2018). Hal ini dilakukan para putra-putri bangsa untuk menunjukan identitas keIndonesiaannya. Walaupun, pada saat itu tidak banyak yang benar-benar fasih berbicara bahasa Indonesia. Masyarakat yang berasal dari kaum terpelajar jauh lebih fasih berbahasa Belanda. Kalaupun ada yang bisa menggunakan bahasa Indonesia, bahasa Indonesia yang dipakai masih sangat terdengar sangat Melayu seperti bahasa yang digunakan para sastrawan. Meskipun begitu, para putra putri bangsa saat itu tetap berusaha berbicara menggunakan bahasa Indonesia

Tantangan di Era Globalisasi
Di era globalisasi saat ini, bahasa Indonesia menghadapi berbagai tantangan. Pengaruh bahasa asing semakin kuat, dan penggunaan bahasa daerah juga meningkat. Hal ini dapat mengancam keberlangsungan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Oleh karena itu, penting untuk terus mempromosikan penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari serta dalam pendidikan

Kesimpulan
Bahasa persatuan adalah fondasi bagi kesatuan dan identitas bangsa Indonesia. Dengan menjaga dan menggunakan bahasa Indonesia secara aktif, masyarakat dapat memperkuat rasa kebangsaan dan persatuan di tengah keragaman budaya yang ada.

Sumber Referensi
https://ejournal.unibba.ac.id/index.php/jisipol/article/download/115/112/427
https://kpi.stainkepri.ac.id/2022/02/27/ketangguhan-bahasa-melayu-menjadi-bahasa-indonesia/
https://badanbahasa.kemdikbud.go.id/artikel-detail/260/menggerakkan-bahasa-persatuan-indonesia:-76-tahun-tangguh-dan-tumbuh
https://journal.aripi.or.id/index.php/Sadewa/article/view/912

Daftar Pustaka
Rumandang, D. (2019). "Bahasa Indonesia Sebagai Identitas Nasional Bangsa." Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Swastiwi, A.W. (2019). "Ketangguhan Bahasa Melayu Menjadi Bahasa Indonesia." KPI STAIN Kepri. 
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2022). "Menggerakkan Bahasa Persatuan Indonesia: 76 Tahun Tangguh dan Tumbuh."
Sihombing, A.R.D., et al. (2024). "Peran Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Persatuan di Era Globalisasi."Jurnal Sadewa.

Rabu, 02 Oktober 2024

Sejarah bahasa Indonesia

 Sejarah Bahasa Indonesia






Sejarah Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi dan lingua franca di Indonesia. Sebagai salah satu bahasa yang kaya, bahasa ini memiliki sejarah yang panjang dan kompleks. Dalam tulisan ini, kita akan membahas asal-usul, perkembangan, serta pengaruh yang membentuk bahasa Indonesia seperti yang kita kenal saat ini.

Asal Usul Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia merupakan bagian dari keluarga bahasa Austronesia, yang merupakan salah satu keluarga bahasa terbesar di dunia. Bahasa ini berkembang dari bahasa Melayu, yang digunakan oleh masyarakat pesisir dan pelaut di wilayah Nusantara. Bahasa Melayu telah menjadi bahasa perdagangan sejak abad ke-7, berfungsi sebagai penghubung antara berbagai suku dan kelompok etnis

Pengaruh Perdagangan dan Kolonialisasi

Dalam periode perdagangan yang panjang, bahasa Melayu menyerap banyak kata dari bahasa Sanskerta, Arab, dan Tionghoa. Proses ini dipercepat oleh kedatangan para pedagang Muslim pada abad ke-13, yang membawa pengaruh budaya dan bahasa mereka. Selain itu, kolonialisasi oleh bangsa Eropa, khususnya Belanda, juga memberi dampak besar. Dalam periode ini, banyak istilah Belanda yang diadopsi ke dalam bahasa Melayu.

Proklamasi dan Standarisasi

Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, bahasa Melayu diresmikan sebagai bahasa nasional dengan nama Bahasa Indonesia. Hal ini diatur dalam Sumpah Pemuda 1928 yang menegaskan pentingnya satu bahasa untuk menyatukan seluruh rakyat Indonesia. Dalam upaya standarisasi, berbagai lembaga bahasa dibentuk, seperti Pusat Bahasa, untuk mengembangkan dan melestarikan bahasa ini.

Perkembangan Kontemporer

Seiring berjalannya waktu, Bahasa Indonesia terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan sosial dan teknologi. Penggunaan media massa dan internet telah membawa banyak istilah baru ke dalam kosakata bahasa Indonesia. Selain itu, bahasa daerah juga berperan penting dalam memperkaya bahasa Indonesia, melalui pengadopsian istilah dan frasa lokal.

Kesimpulan

Sejarah bahasa Indonesia mencerminkan perjalanan panjang masyarakat Indonesia yang beragam. Dari akar bahasa Melayu, melalui proses perdagangan dan kolonialisasi, hingga menjadi bahasa yang resmi dan modern, bahasa Indonesia terus berkembang dan beradaptasi. Penting untuk memahami dan menghargai perjalanan bahasa ini sebagai bagian dari identitas dan kebudayaan bangsa.

Daftar Pustaka

Poerwadarminta, W. (1996). Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Sudaryanto. (1993). Metode Linguistik: Pendekatan Praktis. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.
Alwi, H. (2003). Bahasa Indonesia: Sejarah dan Perkembangannya. Jakarta: Gramedia.
Sumarsono, S., & Pateda, M. (2004). Linguistik Umum. Jakarta: Erlangga.
Hornby, A.S. (2000). Oxford Advanced Learner's Dictionary. Oxford: Oxford University Press.

PIDATO

Pidato :  Kenali bahaya penyakit menular gondongan/ parotitis   Assalamu'alaikum warahmatullahi warahmatullahi , selamat pagi dan salam ...